Nyiaki Mohammad Hatta

Untuk postingan ke depan, akan saya warnai dengan quote bergambar dari tokoh-tokoh dari berbagai bidang. Terinspirasi dari apa yang saya lihat dari microblog tumblr.com, yang kebanyakan penggunanya juga menyisipkan kata-kata inspiratif dan kreatif dalam bentuk gambar. Bedanya, disini saya akan mengambil kata-kata dari seseorang (biasanya para tokoh) atau lebih dikenal dengan istilah quote, alasan lain karena saya juga nggak kreatif dan inspiratif hehe... Saya sendiri nggak punya akun Tumblr hehehe.. (cukup di blog ini aja 😀 ). Untuk edisi perdana ini, saya hadirkan idola saya; Mohammad Hatta.

mohammad hatta

Gambar ini dapat Anda download di sini atau klik saja gambarnya. Bisa dijadiin wallpaper juga kok.

Berikut secuil kisah tentang Bung Hatta: (Sumber)

Salah satu kisah mengugah dari Bung Hatta yang dikenang masyakarat adalah kisah  tentang sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, berniat membelinya. Untuk itulah, maka dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya.

Setelah itu, dia pun berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Ini tak lain karena uangnya selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan.  Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan,  ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Ball tersebut masih tersimpan dengan baik.

Andai saja Bung Hatta mau memanfaatkan posisinya saat itu, sebenarnya sangatlah mudah baginya untuk memperoleh sepatu Bally, misalnya dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalannya. Barangkali bukan hanya sepatu merek Bally yang mampu dibelinya. Bisa saja ia memiliki saham di pabrik sepatu dan berganti-ganti sepatu baru setiap hari. Tetapi, ia tidak melakukan semua itu. Ia hanya menyelipkan potongan iklan sepatu Bally yang tidak terbelinya hingga akhir hayat. Bila dilihat pada kondisi sekarang, seharusnya masa lalu juga demikian, tentu hal ini merupakan sebuah tragedi.

Seorang mantan wakil presiden, orang yang menandatangani proklamasi kemerdekaan, orang yang memimpin delegasi perundingan dengan Belanda –negara yang pernah menjajahnya—hingga Belanda mau mengakui kedaulatan Indonesia, ternyata tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepasang sepatu bermerek terkenal. Meski memiliki jasa besar bagi kemerdekaan negeri ini, Bung Hatta sama sekali tidak ingin meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain atau negara.


Advertisements

4 thoughts on “Nyiaki Mohammad Hatta

  1. @ eMtoeMcabee : gak perlu dipertanyakan lg, bung hatta –> the great man from Indonesia.. *mendambakan pemimpin seperti beliau sekarang ini*

    @ joko : thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s