Pasca Soeharto

 Sudah ada 4 orang presiden pasca runtuhnya rezim Soeharto; Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY (2 kali). Tapi keadaan yang diharapkan tak kunjung datang, malah makin ke sini rasanya makin kacau balau saja rasanya negara ini. Kebebasan yang diperoleh tak dibarengi dengan kedewasaan. Penguasa semakin jeli, semakin jeli memutarbalikkan tanggung jawab untuk keuntungan dan lihai mempermainkan opini massa.

Untuk legislatif, saya pikir ini adalah periode terbobrok mereka. Lebih banyak kontroversi daripada prestasi. Tapi saya kali nggak bicara soal si Juki dan anak buahnya yang memuakkan itu. Coba kita lihat dari satu sisi saja dulu; Presiden. Yup.. presiden, orang paling penting dari sebuah negara Republik.

Seperti acara Metro 10, saya akan coba mengurutkan orang-orang pasca Soeharto versi orang linglung saya. Dari yang terbaik, ke yang terburuk:

  1. BJ Habibie. Menurut saya dialah orang yang terbaik. Duduk di kursi no.1 menggantikan Soeharto secara sistemik karena beliau merupakan Wapres pada saat itu. Sayangnya beliau sungguh tidak beruntung karena periode sisa waktu yang singkat. Kisruh Timor Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia dan keadaan politik Indonesia saat itu yang belum normal. Sehingga terkesan menempatkan beliau pada posisi yang buruk. Padahal jika diberi waktu 1 periode lagi, saya yakin beliau akan membuat Indonesia jauh labih baik. Indonesia bodoh telah membuang orang yang satu ini.
  2. Gus Dur. Sebenarnya pada saat itu saya lebih prefer ke Amien Rais yang juga masuk dalam poros tengah bersama Gus Dur dkk. Tapi demi kestabilan saat itu, Amien rais memilih mengalah dan bersedia hanya duduk di ketua MPR. Selama era Gus Dur banyak kebijakan yang tidak populer  yang akhirnya membawanya lengser lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Tapi menurut saya dialah orang yang banyak memberi perubahan signifikan dengan kebijakan-kebijakan tak populernya itu. Terutama menyangkut isu pluralisme. Dialah satu-satunya orang yang keluar dari Istana pakai celana pendek, kaya orang mau tidur 😆
  3. SBY (periode 1). Lagi-lagi sebenarnya saat itu saya condongnya ke Amien Rais. Karena waktu itu saya rasa waktu yang tepat mengingat umur beliau di ujung “usia emas”, selain itu juga tidak adanya calon yang lain yang mumpuni. SBY tertolong oleh image-nya yang naik karena cekcok dengan Megawati di akhir periode sebelumnya. Tapi yang paling males itu, kalau ditanya ke masyarakat kenapa mereka memilh SBY, jawabannya karena beliau ganteng. Persis seperti perspektif alay ababil jaman sekarang. Pada masa itu kinerja beliau cukup, tapi tidak wah. Bisa dibilang cukup karena perbandingannya lebih mengacu pada penguasa sebelumnya (Megawati).
  4. Megawati. Sama seperti Habibie yang menggantikan presiden di tengah-tengah periode. Tapi performanya bisa dibilang jauh dari cukup. Cuma berpolemik di lingkungan pemegang kekuasaan yang masalahnya seperti mati satu tumbuh seribu. Sehingga rakyat seperti terabaikan. Apalagi dengan waktu yang cukup dan keadaan bangsa Indonesia jauh lebih baik daripada masa Habibie, beliau terkesan tidak berbuat apa-apa.
  5. SBY (periode 2). Sebenarnya posisi 4 dan 5 ini hampir sejajar menurut saya. Karena presidennya sama-sama cuma duduk manis di Istana sana. Tapi karena ini periode keduanya, tentu rakyat berekspektasi lebih kepada SBY. Namun sejauh ini, faktanya keadaan Indonesia jauh lebih buruk dari sebelum-sebelumnya. Banyak keputusan ragu-ragu, drama politik tak kunjung habis, permainan opini publik dan pencitraan sudah tercium jelas.

Tidak munafik, kalau boleh memilih saya tak akan memilih dilahirkan di negara ini. Melihat majunya India, Uni Emirat Arab, Qatar, Singapura, Taiwan, China, Korea apalagi Jepang siapa sih yang tidak iri. Bahkan Thailand dan Malaysia sudah melangkah meninggalkan Indonesia di belakang. Negara lain bergerak cepat menuju kemajuan, sedang kita bergerak perlahan menuju kebobrokan.

Negara ini hanya sibuk berpolemik tentang masalah politik dan kekuasaan yang tidak penting yang menguras waktu, tenaga dan biaya.

oh iya .. sejauh ini rasa-rasanya Mahfud MD adalah orang yang tepat untuk RI1 selanjutnya

Advertisements

16 thoughts on “Pasca Soeharto

  1. Setuju. Saya juga amat mendukung Pak Mahfud. Saya yakin seyakin-yakinnya ia jujur dan bersih. Saya kagum dengan beliau. Tapi, saya udah sering melihat wawancaranya di media televisi atau media cetak, Pak Mahfud gak tertarik jadi presiden. Kata beliau untuk jadi presiden itu butuh uang banyak, dan beliau gak punya duit. 🙂 Luar biasa. 😆
    Saya pun yakin bahwa apa yang dikatakan Pak Mahfud mengenai Nazaruddin (mantan bendahara PD) baru2 ini adalah benar. 😀 Saya yakin MK di bawah kepengurusannya bersih.

    Dan memang sayang sekali ya, Pak Habibie… Banyak orang bilang bahwa memang kursi presiden bukan tempat beliau. Beliau adalah orang yang pantas dikenang di sejarah Indonesia. 🙂

    • kemaren lihat wawancara belia. Beliau bilang awalnya memang tdk tertarik, tapi krn akhir2 ini byk mendapat dukungan, sehingga beliau jadi berpikir kembali..

      beliau org yg sgt sederhana, saya sgt senang dg itu

      • Ah, masa’ sih? 😯
        Menurut saya sih jangan lah jadi presiden, Pak Mahfud orang yang bersih, nanti saya takut dia kena fitnah atau namanya (karirnya) rusak kalau jadi presiden. 😦

  2. saya kok tidak mengamatinya ya? mungkin abang-abang ini benar, tapi kita lihat saja nanti. yang benar pasti akan mujur karena jujur..
    salam

  3. selamat pagi

    menurut saya, semua presiden itu gak terlalu berbeda.
    selalu ada nilai positif dan negatif nya.

    cuma yang sekarang2 ini pengaruh media emang cukup sgnifikan…
    soalnya jaman Orba, media masih dikekang.

    kalo sekarang udah media udah bebas, dan terkadang malah kebablasan 🙂

  4. pertama saya setuju dengan opini bahwa Habibie lah yang terbaik namun beliau tidak didukung kemampuan dalam manajemen kepemimpinan sebagai presiden.
    dan kedudukannya yang sementara itu malah membuat performance beliausebagai seorang ilmuwan menjadi kacau

    kedua saya juga setuju dengan pilihan pak Machfud MD, namun rasanya koq jadi kasian kalo sampai beliau naik menjadi RI1 tetapi bawahannya adalah orang-orang semacam Juki dkk hehhee
    kita berharap saja bangsa ini bisa lebih baik

  5. aku takutnya malah bener kata kakjul dan asop, Pak MD yang mungkin saat ini bersih nantinya akan mendapat begitu banyak tekanan bagi karir dan nama baiknya.
    bukan hanya seorang presiden yang harus tokoh bersih segala macam sistem yang ada di bawahnya juga harusnya orang-orang seperti Beliau.

  6. Saya dulu tidak begitu memperhatikan kinerja dari pak Habibi dan baru mulai sejak pak SBY menduduki kursi presiden, dan memang sangat eman pak Amien Rais tidak bisa jadi presiden…. Saya juga sangat menyukai profil seorang Amien Rais,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s