Saya Berpikir Terlalu Simpel

Saya berpikir terlalu simpel, sedangkan hidup ini kompleks. Sebagian orang bilang hadapilah hal-hal yang rumit itu dengan sederhana & easy going saja, dan tanpa disadari saya termasuk penganut paham itu, bahkan rasanya cukup berlebihan dari kadar yang seharusnya.

Hidup itu rumit, satu masalah belum selesai, masalah-masalah lain sudah antri di belakangnya. Dan berpikir secara kompleks (terlalu memikirkan hal tersebut) akan meningkatkan stress, jantung berdebar-debar, pikiran yang melayang-layang penuh dengan strategi-strategi sebab akibat yang tidak jelas ujungnya, tidur tidak nyenyak dan kehilangan fokus. Sadar tidak sadar berpikir secara simpel bisa jadi pilihan positif untuk menyejukkan otak dan hati pada momen tersebut, setidaknya untuk sementara waktu, dan seharusnya memang hanya untuk sebentar saja. Karena membiarkannya terlalu lama sungguh tidak sehat untuk masa depan dan pekerjaan-pekerjaan di depan. Otak jadi terbiasa untuk santai, minim inisiatif dan sedikit aksi. Waktu terbuang percuma. Hingga saat orang-orang di sekitar yang biasanya bisa jadi penyokong sudah mulai menghilang, baru tersadar kembali huff… Dan hal sejenis itulah yang menimpa saya saat ini.

Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang? Honestly, i don’t know. Yang pasti harus memperbanyak aksi & memupuk motivasi sendiri, tak ada pilihan lain.

Keep calm & stay strong, do’akan saya..

Advertisements

7 thoughts on “Saya Berpikir Terlalu Simpel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s