Orang Indonesia Harus Nonton Film Ini

Medan, Sumatera Utara.

Ketika pemerintah Indonesia digulingkan oleh militer pada 1965, Anwar dan kawan-kawan ‘naik pangkat’ dari preman kelas teri pencatut karcis bioskop menjadi pemimpin pasukan pembunuh. Mereka membantu tentara membunuh lebih dari satu juta orang yang dituduh komunis, etnis Tionghoa, seniman, dan intelektual.

Dalam film Jagal/The Act of Killing, Anwar dan kawan-kawan berusaha menyampaikan imajinasi mereka tentang pembantaian yang mereka lakukan ke dalam sebuah film fiksi. Sebuah upaya justifikasi heroisme yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk.

Jagal/The Act of Killing adalah sebuah cerita tentang para pembunuh yang menang, serta tentang masyarakat yang mereka bentuk.

Sebenarnya sudah lama saya dengar tentang film ini, kira-kira setahun yang lalu. Tapi baru kemarin saya sempat menontonnya. The Act Of Killing (Jagal) adalah film dokumenter yang menceritakan mantan algojo tahun 1965. Saya yakin hal serupa banyak terjadi di kota-kota lain di Indonesia pada masa itu, gak cuma di Medan. Indonesia: negara para preman, manipulasi sejarah dan salah kaprah kepahlawanan. Itulah poin-poin utama yang muncul  di benak setelah menonton film ini.

Film ini dibuat oleh Joshua Oppenheimer, seorang Amerika yang tinggal di Denmark. Rentang tahun 2004-2012 menentap di Indonesia. Dan tahun 2012 merilis film ini, yang banyak mendapat penghargaan festival, kritikus film dan terakhir masuk nominasi Oscar.

Film The Act Of Killing ini gak banyak terdengar di publik, karena film ini dilarang rilis di sini oleh pemerintah. Kenapa begitu? bakal tau sendiri kalau sudah nonton filmnya. Setengah kru film ini pun terpaksa anonim, terutama kru lokal, karen ditakutkan hal berbahaya menimpa mereka.

Sebagian hal yang dapat dipelajari dari menonton film ini:

  • Memperlihatkan seperti apa orang-orang dalam organisasi Pemuda Pancasila. Organisasi mafia paling terstruktur di Indonesia.
  • Preman-preman yang duduk di bangku pemerintahan, terutama di Medan.
  • Kebanggaan & penyesalan algojo 1965.
  • Manipulasi sejarah.
  • Menganggap penjahat sebagai pahlawan.
  • Sisa-sisa orde baru yang terus eksis.
  • Betapa gobloknya orang Indonesia.
  • dll.

Intinya film ini adalah salah satu stimulus untuk melihat lagi sejarah bangsa ini, mencari kebenaran di balik sejarah yang dimanipulasi, terutama sejak era penumpasan PKI, Soeharto berkuasa hingga tragedi Mei 1998. Karena sejarah ditulis oleh yang berkuasa. Tidak ada kebenaran 100% di dalamnya.  Masih ingatkan bagaimana kita di doktrin dengan betapa ganasnya PKI di  masa orde baru, setiap tanggal 30 September selalu disuguhi film yang sama. Juga seperti dengan hilangnya nama pahlawan semacam Tan Malaka di buku-buku sejarah sekolah, setelah kuliah baru saya tahu siapa beliau. Setelah harus cari tau sendiri.

Di beberapa momen film ini mungkin juga ikut mempengaruhi kesan anda menjelang pilpres nanti. Demi Indonesia yang lebih baik.

Film ini dapat diunduh legal di website http://actofkilling.com/ atau di youtube: http://youtu.be/3tILiqotj7Y .

Juga bacaan pendukung di: https://www.facebook.com/notes/jagal-the-act-of-killing/bacaan-pendukung/293511797438652 ,saya sendiri belum baca sih :mrgreen:

Advertisements

3 thoughts on “Orang Indonesia Harus Nonton Film Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s