Bukan Salah FIFA

World Cup tahun ini sangat seru dibanding yang sebelum-sebelumnya. Pertandingan di fase grup sudah sangat intens. Banyak plot twist, tim unggulan pulang lebih awal uhuk.. Spanyol.. uhuk.. Inggris, tim underdogs bermain di luar ekspektasi, jumlah gol yang banyak, cuaca yang panas dll. Dan sejauh ini favorit saya Jerman masih lancar jaya, so far so good lah.

Tapi ya bukan rahasia umum, kalau world cup kali ini banyak kurangnya juga. Masalah utama adalah protes oleh sebagian orang Brazil atau lebih tepatnya aktivis kemanusiaan di sana yang menolak penyelenggaran ajang ini. Nggak sulit mencari alasannya, apalagi kalau bukan kemiskinan. Menyelenggarakn ajang yang penuh euforia ini dengan mengenyampingkan kepentingan humanis tentu tak dapat di pandang sebelah mata. Kasarnya apa yang mereka protes adalah “Mending duit yang dihabiskan buat pembangunan stadion & penyelenggaraan World Cup dikasih ke rakyat miskin”. Masalah yang “lazim” ditemui di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Saya pribadi masih memandang Brazil lebih baik daripada Indonesia.

Yang saya kurang dapat pahami adalah, kenapa protes kemarahan tersebut dimuarakan ke FIFA. Ya memang FIFA terkenal dengan lembaga yang korup terutama beberapa tahun terakhir & si tua Sepp Blater yang keukeuh gak mau turun. Tapi yang ini lain soal.

Saya pribadi memandang protes tersebut harusnya ditujukan ke pemerintah Brazil. Pada dasarnya FIFA adalah mediator. Pemilihan  tuan rumah sudah dilakukan kalau gak salah 7 tahun sebelumnya. Atas dasar pengajuan sendiri oleh negara yang bersangkutan dengan menyiapkan program & kampanye ke seantero negara bersangkutan yang kemudian diajukan dan berkompetensi dengan negara lain yang juga bersedia menjadi tuan rumah yang melakukan hal yang sama. Kasarnya bukan karena FIFA yang menunjuk, tapi pemerintah Brazil yang mengajukan diri.

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin membahas tentang hal ini. Tapi karena saya gak dapat menemukan kata-kata yang tepat mengenai opini saya sendiri, terlalu malas mempelajari lebih jauh, gak ada lawan debat dan masalah ini lebih banyak diperdebatkan di forum internasional. Orang-orang lokal masih sibuk debat pilpres yang lama-lama bikin mual. Sementara pecinta bola, lebih meilih menikmati pertandingan-pertandingannya saja. Sementara para bandwagoners tetap… ah sudahlah.

Kemudian beberapa hari yang lalu, baca artikel terkait di Buzzfeed. Ada perdebatan yang cukup seru di kolom komentar. Salah satu yang komen di sana really really took the words right out of my mouth. Saya belum ketemu argumen yang benar-benar saya setujui sebelumnya dan dia menjelaskannya dengan sangat baik. Kudos to you Setven P Chiolan.

bra1bra9bra4

bra5bra6bra7bra8

Dan lagi melakukan aksi protes di tempat para supporter berkumpul, bukan ide yang baik. Keadaan bisa semakin tak terkontrol.

Banyak pelajaran yang diambil, terutama menyangkut penyelenggaraan ajang ajang internasional. Jadi, ketika ada orang yang bilang Indonesia bisa jadi tuan rumah piala dunia dalam waktu dekat saya hanya bisa ketawa 😆 , makes no sense. Ngurusin PON aja gak becus. Lagian level sepakbola kita juga belum mampu.

Advertisements

One thought on “Bukan Salah FIFA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s