Pemandangan Lazim di Tempat Umum

IMG_9641 IMG_9642 IMG_9643 IMG_9644 IMG_9645 IMG_9646 IMG_9647 IMG_9648

Foto – foto di atas diambil di kawasan 0 Km, Jogja beberapa minggu yang lalu. Pemandangan yang lazim di tempat-tempat umum di Indonesia terutama areal terbuka, yang sangat disayangkan kenapa hal-hal jelek seperti ini dianggap biasa-biasa saja, lumrah. Itu baru radius 5m di sekitar saya, belum lagi di tempat lainnya. Jika kebersihan itu sebagian dari iman, maka dapat dipastikan masyarakat kita imannya hanya setengah. Penyediaan tempat dan pengelolaan sampah oleh pemerintah memang masih belum oke, tapi kalau terus-terusan menjadikan pemerintah sebagai alibi, kapan bersihnya? Kesadaran itu yang kurang.

Kesadaran kebersihan yang konon katanya berbanding lurus dengan kesejahteraan juga cuma mitos. Yang nyampah di tempat-tempat umum bukannya hanya orang-orang menengah ke bawah. Kelas menengah ke atas, konsumen makanan cepat saji brand populer banyak yang bikin jengkel juga, sampahnya di tinggal dimana-mana, berasumsi tukang sapu jalan menyelesaikan masalah kebersihan mereka, padahal tukang sapu jalan juga kerjanya 1 kali sehari tiap pagi dan itupun paling cuma yang bagian jalannya saja, maka semena-menalah sampah mereka tersebut, merusak kenyamanan.

Sedih rasanya kalau lihat gambar-gambar daerah di Jepang yang bersih minta ampun, kontras sekali sama yang di sini. Beralasan, mereka sadar akan kebersihan. Jangankan di negara sendiri, di negara orang lain aja mereka mempraktekannya. Masih ingatkan ini;

Dulu juga sempat lihat komunitas yang berisikan orang-orang Jepang yang bawa karung bersih-bersih tiap minggu di Jakarta, sukarela.

Sebagian beranggapan muluk-muluk mungkin membandingkan Indonesia dengan Jepang. Tapi dengan Malaysia bagaimana? Malaysia jauh lebih bersih dari Indonesia. Coba tanya orang Indonesia mana yang suka kalah sama Malaysia. Kalah di pertandingan sepakbola aja bisa ngamuk-ngamuk, bus tim lawan habis dilempari. Kalau kalah dari segi kebersihan? kebanyakan sih pura-pura nggak tahu.

Post ini memang bermaksud menggurui, menggurui saya sendiri dan teman-teman lainnya. Berharap bisa terkenang jika ada niatan nyampah sembarangan. Buang sampah di tempatnya, kalau nggak ada tempat sampah di sekitar, simpan dulu.

Advertisements

2 thoughts on “Pemandangan Lazim di Tempat Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s