Berapa Jumlah Provinsi di Indonesia Sekarang?

Ayo siapa yang bisa jawab pertanyaan di atas tanpa googling atau tanya sana sini dulu? Pertanyaan anak SD yang saya berani bertaruh gak banyak orang dewasa yang mampu menjawabnya dengan benar. Saya pun demikian, terbersit pertanyaan ini dan saya mesti googling dulu buat memastikan. Sebagai anak SD jaman orde baru dengan kurikulum 1994 nya, sangat terpatri di otak bahwa jumlah provinsi dari Sabang sampai Merauke ada 27. Lalu rezim orde baru jatuh, reformasi, Timor Timur merdeka, otonomisasi daerah. Terjadi pergolakan geopolitik di seantero negeri. Pemekaran di beberapa wilayah, awalnya nambah jadi 31 lalu pernah dengar kabar jadi 33, dan setelah googling kemaren ternyata sekarang ada 34 provinsi. Maafkan saya kalau kurang nasionalis dan ignorant. Setidaknya saya masih hafal lagu Indonesia Raya lah 😛

Indonesia saat ini:

peta indonesia

No.
 Nama Provinsi 
 Ibukota
 Hari Jadi Provinsi
1.
 Nangroe Aceh Darussalam  Banda Aceh
07 – 12 – 1959
2.
 Sumatera Utara  Medan
15 – 04 – 1948
3.
 Sumatera Barat  Padang
29 – 05 – 1958
4.
 Riau  Pekan Baru
09 – 08 – 1957
5.
 Kepulauan Riau  Tanjung Pinang
24 – 09 – 2002
6.
 Kepulauan Bangka Belitung  Pangkal Pinang
21 – 11 – 2000
7.
 Jambi  Jambi
25 – 06 – 1958
8.
 Sumatera Selatan  Palembang
15 – 05 – 1946
9.
 Bengkulu  Bengkulu
18 – 11 – 1968
10.
 Lampung  Bandar Lampung
18 – 03 – 1964
11.
 DKI Jakarta  Jakarta
22 – 06 – 1527
12.
 Jawa Barat  Bandung
19 – 08 – 1945
13.
 Banten  Serang
04 – 10 – 2000
14.
 Jawa Tengah  Semarang
15 – 08 – 1950
15.
 DI Yogyakarta  Yogyakarta
04 – 03 – 1950
16.
 Jawa Timur  Surabaya
12 – 10 – 1945
17.
 Kalimantan Barat  Pontianak
01 – 01 – 1957
18.
 Kalimantan Tengah  Palangkaraya
25 – 05 – 1957
19.
 Kalimantan Utara  Tanjung Selor
25 – 10 – 2012
20.
 Kalimantan Timur  Samarinda
09 – 01 – 1957
21.
 Kalimantan Selatan  Banjarmasin
14- 08 – 1950
22.
 Bali  Denpasar
14 – 08 – 1958
23.
 Nusa Tenggara Barat  Mataram
14 – 08 – 1958
24.
 Nusa Tenggara Timur  Kupang
14 – 08 – 1958
25.
 Sulawesi Utara  Manado
14 – 08 – 1959
26.
 Gorontalo  Gorontalo
16 – 02 – 2001
27.
 Sulawesi Tengah  Palu
13 – 04 – 1964
28.
 Sulawesi Barat  Mamuju
05 – 10 – 2004
29.
 Sulawesi Selatan  Makassar
13 – 12 – 1960
30.
 Sulawesi Tenggara  Kendari
22 – 09 – 1964
31.
 Maluku Utara  Sofifi
04 – 10 – 1999
32.
 Maluku  Ambon
19 – 08 – 1945
33.
 Papua Barat  Manokwari
04 – 10 – 1999
34.
 Papua / Irian Jaya  Jayapura
01 – 05 – 1963

 Ada beberapa nama yang kurang familiar seperti Tanjung Selor & Sofifi, jujur kayaknya ini baru kali pertama saya dengar, maafkan hamba 😳

Semoga post ini bisa jadi pengingat buat saya dan yang baca bahwasanya Indonesia ini luas loh temans, bukan pulau yang di utara Australia itu saja. Tapi fakta sedihnya ya perhatian media juga berputar-putar di sana. Dan yang paling klasik, masalah pembangunan. Lihat peta malam hari ini:

BkMSat_CQAASYIy

Gak yakin itu Indonesia atau Jawanesia. Kalau yang dibangun daerah-daerah itu terus, penduduk juga bakal berkumpul di sana, populasi semakin padat, sementara daerah lain terlantar & gak dimamfaatkan potensinya, peradaban gak maju-maju. Kalaupun ada paling juga jatuh ke tangan korporasi asing atas nama investasi, penduduk lokal ya tetap gitu-gitu aja. Contohnya Freeport, Indonesia cuma dapat royalti 3,75 persen dari salah satu tambang emas terbesar di dunia itu dan itu pun tidak dibayarkan sesuai kontrak & beberapa aksi di luar regulasi yang sangat merugikan. Royalti sekecil itu juga masuknya ke pusat, perlahan-lahan lenyap dikorup secara struktural. Aneh & sedih, Papua sebagai salah satu penghasil logam mulia tebesar di dunia, tapi penghuninya jadi termiskin dan terbelakang. Seandainya saja hak mereka atas alamnya diberikan setengahnya saja, Dubai mah lewat.

Ketika departemen perhubungan dengan bangganya mengumumkan pembangunan peningkatan jalur kereta di pulau Jawa, saya sama sekali tidak terkesan karena sementara itu lubang-lubang di lintas Sumatera atau trans Sulawesi saja tidak teratasi. Orang-orang di timur masih harus mengandalkan pesawat-pesawat kecilnya bu Susi dengan lintasan bandar udara yang pendek dan kadangpun tidak di aspal. Akses yang sedikit dan biaya yang mahal.

Rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan untuk memicu penyebaran populasi dan pembangunan cuma wacana selayang. Elites-elites lebih suka menyibukkan diri mengurus koalisi-koalisi setan yang gak berkesudahan masalahnya.

Sumber gambar: wiyogodwijocahyono, rommy adams, kidsklik
Advertisements

10 thoughts on “Berapa Jumlah Provinsi di Indonesia Sekarang?

  1. Indonesia memang keren, Mas…
    Cuma sistim yg dipakai aja yang nggak “keren.” Sebagian besar sumber daya alam yang ada di Indonesia sudah dikuasai asing. Kata orang-orang, Imperialisme gaya baru. 😦

  2. Ga mungkin Indonesia di bilang Zamrud Khatulistiwa atau dipercaya sebagai Benua Atlantis yang hilang, kalau tidak menyimpan harta karun di perut bumi, hutan dan lautnya. Tapi ya itu tadi, buru2 dikelola dengan daliinvestasi asing tanpa persiapan sumber daya manusianya. Semoga pemerintah yang baru ini membawa perubahan nyata.
    *Terakhir taunya jumlah propinsi itu 33 😦 *telat juga

  3. Dan sekarang penduduk di Kalimantan yang berada di perbatasan gak keurus sama pemerintah, mereka jadi pada pindah kependudukan ke malaysia. Disana mereka dapat pekerjaan dan sekolah gratis untuk anak2nya.
    Padahal saya setuju kalau Ibu Kota dipindah ke Kalimantan, setidaknya pemerintah bisa lebih dekat dengan permasalahan disana. Bukan hanya masalah kependudukan. Tapi ya betul, sayangnya masih cuma wacana.

    • Jadi ingat film “Tanah Surga… Katanya” , kita selalu uring-uringan klo ada daerah yg diklaim Malaysia, tapi ya nyatanya ya mereka gak keurus. Hukum alam, rumput tetangga lebih hijau, dari halaman sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s