Menolak Lupa

Mereka berebut kuasa, mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat. Tapi kemudian bersembunyi di balik ketek kekuasaan. Apakah kita biarkan orang-orang pengecut itu tetap gagah? Saya kira tidak. Mereka gagal untuk gagah, mereka hanya ada di baju. Tapi dalam tubuh mereka adalah sesuatu kehinaan, sesuatu yang tidak bertanggung jawab yang mereka akan bayar sampai titik manapun!

MUNIR SAID THALIB

Meski peringatan kematian Munir sudah berlalu 7 September yang lalu. Tapi semangat MENOLAK LUPA tidak mengenal tanggal, apalagi kasus kematian Munir ini masih belum selesai atau tepatnya dipaksa selesai, kasus dikunci di awang-awang.

7 September 2004, Munir diracun dan meninggal di atas pesawat saat dalam penerbangan menuju Belanda. Hanya kacut paling bawah dari pembunuhan berencana ini a.k.a Pollycarpus Budihari Priyantoyang dijerat hukum. Otak-otak utamanya masih sibuk ongkang-ongkang kaki di luar sana, santai menikmati pensiunan atau masih sibuk bersliweran dengan politik kotor mereka. Siapapun orang-orang itu pantas untuk dikirim sebagai sajian untuk disantap suku kanibal di Papua Nugini sana.

Semangat untuk menolak lupa & selalu meremajakan pikiran akan kasus perampasan HAM  atas seorang pejuang HAM yang tidak diselesaikan dengan keadilan hukum ini harus selalu dijaga, dan janganlah hanya jatuh pada simpati hampa tahunan dengan sebaris twit seperti “Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus” saja.

Advertisements

One thought on “Menolak Lupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s