21 Sopir Pesawat

Inilah band barat yang paling saya gandrungi beberapa tahun belakangan, twenty one pilots. Kalau ditanya muda-mudi penyuka musik barat saat ini saya yakin 75% tahu tentang band ini, karena mereka memang lagi in banget lewat lagu Stressed Out. Tapi saya mengenal mereka jauh sebelum mereka sepopuler sekarang, jumlah views mereka di Youtube juga masih sedikit saat itu. Pertama kali dengar & lihat lagu mereka yang berjudul Holding On to You, menarik. Tapi yang menyemen ketertarikan saya dan mengulik lebih dalam tentang mereka  ialah lagu Car Radio.

Band ini cuma beranggota 2 orang. Yang satu main drum, satunya lagi vokalisnya yang sekaligus pegang piano, organ, keyboard kecil yang entah apalah namanya itu, ukulele, bass, tamburin, dll. Genre musiknya campur-campur, ada rock, pop, electronica, hiphop, reggae, dll. Jika ditanya fans hardcore sekalipun tentang genre spesifik, mereka juga pasti bingung, atau mungkin dijawab “genrenya ya twenty one pilots”. Jawaban tipikal ala anak band biasanya biar terlihat keren :P.

Liriknya sangat puitis, bukan dalam artian mendayu-dayu romantis, lagu mereka kebanyakan bukan bertema cinta. Puitis dalam artian kompleksitas dan keunikan pemilihan kata, rima, tema, metafora yang apik yang dibungkus dalam melodi yang enak. Yang jelas saat membaca liriknya bikin kita berpikir sendiri jauh lebih dalam, berusaha menempatkan diri di dalamnya. Kadang melebihi maksud dari si pembuat lagunya sendiri. Contohnya tengok komentar di video Car Radio, banyak yang menulis interpretasi panjang mereka sendiri-sendiri. Padahal Tyler Joseph (vokalis) pernah bilang, kalau dulu radio mobilnya memang pernah dimaling orang :D.

Penampilan live mereka mungkin salah satu yang terbaik saat ini. Walau cuma bisa menyaksikan lewat Youtube, tapi energinya memang terasa sekali. Konser yang bakal bikin baju basah karena keringat. Mungkin yang tidak suka adalah orang yang memang malas lompat-lompat, sing a long saat konser, atau yang gampang emosi jika terkena sikutan kecil, lalu komplain bikin esai panjang setelah itu.

Saat album mayor kedua mereka, Blurryface keluar, dengan lagu pertama Fairly Local. Rasanya agak kurang sreg, karena menggunakan efek-efek suara khas hiphop mainstream yang kurang saya senangi. Tapi lama-kelamaan setelah diputar berkali-kali seluruh albumnya, tetap masih bagus saja. Pesan-pesan liriknya juga masih kuat. Lagu Stressed Out jadi terkenal sekali, bikin band ini jadi populer, tapi bukan favorit saya di album ini walaupun liriknya yang “My name’s Blurryface and i care what you think…” masih suka tergumam sendiri. Yang paling saya suka adalah HeavyDirtySoul dan We Don’t Believe What’s on TV

Asyik lihat mereka bawa lagu ini, ketika si drummer Josh Dun tiba-tiba berdiri main terompet, walau cuma 1-2 tiup :mrgreen:

Mereka penganut agama Kristen yang lumayan taat. Cukup berbeda dengan para muda-mudi artis barat yang banyak memilih ateis. Ya tahu sendiri lah banyak yang menganggap agama adalah paham kuno, banyak mendatangkan masalah, sengketa dan perang. Ateisme sudah semacam atribut yang mengekor kultur pop kekinian terutama di negara-sah maju. Ya sah-sah saja itu pilihan, hidup mereka ya mereka yang menetukan sendiri. Hak masing-masing.

Jadi cukup fresh ketika melihat orang-orang yang cukup religius digandrungi oleh massa yang sebagian besar mulai menafikan hal tersebut. Pesan religi memang tersirat dalam beberapa lirik mereka. Tidak spesifik dan gamblang, tapi lebih umum pada hubungan manusia dengan penciptanya, sehingga orang beragama lain pun bisa relate. Seperti saya ini yang beragama Islam.

Advertisements

Mixtape

So, di tengah kebosanan saya coba-coba 8tracks, situs mixtape online. Asyik juga, jadi keinget jaman awal-awal remaja, ngerekam lagu-lagu yang lagi hits di radio dalam satu kaset (well that was the real mixtape 😎 ), alasannya ya simpel gak punya duit beli yang asli.

Kalau yang sekarang ini cuma iseng-iseng gak berhadiah. Nemu lagu bagus, tapi malas download atau space disk yang mepet. Nih sudah ada 2 yang saya bikin. Gak seperti orang lain yang bikin tema tersendiri atau diklasifikasikan dalam genre tertentu, saya mah acak kadut sahaja 😀 . Mixtape-nya cuma keluar 1 bulan sekali, isinya ya kalau ada lagu bagus yang baru saya temukan bulan tersebut atau pernah saya dengar tapi baru keingat lagi.

Gak ada yang spesial sih, kalau diputar mungkin saja kita menyukai lagu yang sama.

Good night!

Update (10 Januari 2016)

Berhubung kemampuan koneksi internet saya diturunkan, sehingga mengotak-atik 8tracks tak lagi mengasyikkan. Dan faktanya juga soundcloud kini tak lagi terhubung dengan library 8tracks juga agak menyusahkan. Jadi saya beralih ke playlist youtube saja yang lebih ringan. Jika tertarik dengan musik yang saya suka, bisa lihat di sini:

Top 7: Korean Songs

Untuk musik Asia sebenarnya saya lebih ngeklik dengan Jepang dibanding Korea, walaupun musik Korea lagi hits banget sekarang. Kenal musik Korea juga gara-gara kecanduan nonton variety show Running Man, terus sesekali juga nonton variety show yang lainnya kayak Infinity Challenge, 1N2D & acara talkshow-nya Yoo Jae Suk yang settingannya di sauna itu (lupa nama acaranya 😛 ). Musik mainstream Korea itu umunya kalau nggak dance music (boyband-girlband), ya ballad. Jadi agak susah juga buat saya nyari yang sesuai selera, mesti digali agak ke dalam. Dan saya berhasil menemukan beberapa.

Berikut 7 lagu Korea pilihan saya:

1. Deli Spice – Chau Chau

Dengar lagu ini pertama kali jadi backsound variety show. Liriknya simpel, cuma beberapa kalimat yang diulang-ulang, tapi musiknya adiktif membangkitkan bayangan-bayangan nostalgik. Sepertinya ini lagu lama dari jaman akhir 90an. Juga jadi OST sebuah drama, kalau gak salah judulnya Replay 1997.

2. Leessang – Who Are You Living For?

Kenal Leessang lewat Running Man. Salah satu member Running Man yaitu Kang Gary adalah pentolan grup hip hop Leessang. Lagu-lagu Lessang banyak yang bagus, tapi saya pilih yang ini karena underrated dibanding yang lainnya. Lagu ini jadi OST film Bloody Tie. 2 orang aktor dalam film tersebut, juga ikut menyumbangkan suara mereka di lagu ini.

3. Yellow Monsters – Destruction

Ini lagu terkeras dalam list ini. Susah nyari band rock Korea, apalagi yang benar sesuai dengan selera saya. Diantara yang sedikit itu, band ini yang paling saya suka. Band ini sebenarnya proyek sampingan dari 3 orang dari band-band yang berbeda, salah satunya sang drummer berasal dari band Deli Spice yang ada di atas.

4. Nell – Good Night

Nell adalah artis Korea pertama dalam format band yang menarik perhatian saya. Dari musiknya, band ini sepertinya banyak dapat influence dari britpop. Lagu Nell banyak yang bagus. Tapi saya pilih yang ini karena MV nya cukup menggelitik, sangat menggambarkan musik mainstream Korea, dimana band seperti mereka miskin apresiasi.

5. Epik High – Umbrella (feat. Younha)

Saya tau lagu ini sebelum Kpop hits di sini. Nggak sengaja nemu video lagu ini di flashdisk teman. Awalnya saya kira ini lagu Jepang, karena saat itu belum familiar dengan bahasa Korea 😀 .

Kurang suka dengan materi dan gaya Epik High yang sekarang sejak mereka gabung ke label yang lebih besar, terlalu komersil.

6. Hot Potato – Pillow

Hot Potato adalah band dari Kim C, mantan member variety show 1N2D. Awalnya saya kira dia pelawak 😀 , tapi ternyata aslinya musisi. Alasan dia mau ikut variety show itu agar musiknya bisa lebih dikenal, itu saja. Kalau gak salah lagu ini di-ban sama salah satu stasiun TV Korea, entah apa yang salah dari lagu ini 😐

7. Raspberry Field – Can You

Raspberry Field adalah nama panggung dari Soy (nggak tau nama panjangnya 😀 ). Dia mantan anggota girlband jaman  90an, seangkatan Lee Hyori sepertinya. Sekarang ini dia merambah musik indie.

Lagu ini ada 2 versi. Selain versi Korea juga ada versi bahasa Inggris nya. Sebenarnya saya lebih suka yang versi bahasa Inggris nya :mrgreen: . Selain bisa langsung ngerti liriknya tanpa harus lihat terjemahan, alasan utamanya karena di versi bahasa Inggris dia berduet dengan salah satu penyanyi favorit saya yaitu Takeshi Hosomi, vokalis band rock Jepang Ellegarden dan The Hiatus. Versi bahasa Inggris juga lebih ada power nya, ya karena berduet dengan vokalis band rock kali ya

Maaf buat pecinta musik Korea jika idolanya nggak ada di list saya ini 😀

Sekian dan terima kasih.

The_AIU: Band Baru Aiu Ratna (ex Garasi) di Jepang

Mungkin sudah ada yang tau mungkin juga ada yang belum tau perihal ini, dan mungkin juga ada nggak tau siapa itu Aiu Ratna. Aiu Ratna (Ayu Ratna) adalah ex vokalis band Garasi hasil bentukan dari proyek film yang berjudul sama beberapa tahun yang lalu. Sekarang Aiu Ratna sudah tidak tergabung lagi dengan Garasi, tapi punya band baru bernama The_Aiu yang berbasis di Jepang.

Waktu di Garasi sudah banyak yang kepincut dengan karakter suara dan musik yang ditawarkan olehnya, dan seolah-olah dua personil lainnya cuma jadi penggembira. Kabarnya Aiu Ratna ini dulu keluar dari Garasi agak kontroversial. Dulu pernah baca interviewnya, tapi dia tidak bicara blak-blakan, mungkin mengingat agar tidak ada pihak yang tersinggung. Namun dari situ saya bisa sedikit berhipotesa, mungkin salah satu yang alasan dia keluar adalah idealisme. Barangkali pihak manajemen & anggota Garasi lain ingin sedikit bersahabat dengan musik mainstream Indonesia akhir-akhir ini yang cenderung pop mendayu-dayu, tapi si Aiu menolak dan memilih keluar.

Lalu kemudia Aiu mulai merintis karirnya sesuai minat dan keinginannya di Jepang. Ya, cocok sih dari jaman dia di Garasi sudah terlihat nuansa musikalitas dan fashion Jepang yang diberikannya. Yang patut diacungi jempol adalah keberaniannya langsung ke Jepang untuk mewujudkan impiannya. Dimulai dari ikut kontes penyanyi di sana, meluncurkan mini album dan sekarang bikin band sendiri. Beberapa waktu yang lalu band ini sudah meluncurkan sebuah album dan mengusung lagu CPU sebagai single pertamanya (cek video di atas). Lagunya asik, apalagi pas bagian “nengneronengneronengneroneng” :mrgreen: bikin telinga teradiksi dan ingin dengar berulang-ulang. Band The_Aiu sendiri beranggotakan 3 orang: Aiu Ratna(on vocal), Sohichi(on guitar),and Jesse(noise & treatment).

Semoga sukses dan bisa bertahan di industri musik Jepang deh buat Aiu Ratna & bandnya, terakhir lihat chart http://www.j-wave.co.jp/original/tokiohot100/ ada di posisi 28

Official Website The_Aiu: http://www.theaiuband.com/

Twitter Aiu Ratna : http://twitter.com/aiu_e_o

Ternyata Mocca Terkenal di Korea

Kemaren malam tiba-tiba kebangung jam 2.30 malam (dinihari tepatnya), what the… ngapain kebangun jam segono, apesnya mata ini nggak mau dipaksa tidur lagi. Daripada bengong, saya mutusin buat nyari-nyari film di forum IDWS buat didownload. Awalnya masuk thread film horror Jepang, tapi setelah dipikir-pikir nonton film horror jam segitu sepertinya bukan pilihan yang bagus :???:. Terus nyasar di thread film “Bandhobi”, film Korea. Kalau dari sinopsisnya film Indie Korea ini cukup unik. Ceritanya tentang seorang buruh migran asal Bangladesh dan seorang gadis SMA yang pemberontak, agak beda dari genre-genre film Korea pada umumnya. Tapi yang lebih menarik, ternyata yang ngisi OST-nya Mocca. Yup, band Mocca dari Indonesia.

Pertama kenal band Indie ini waktu ngisi OST film “Catatan Akhir Sekolah” dengan lagu “I Remember”. selain itu ada beberapa lagu lain yang cukup akrab di telinag seperti “Secret Admirer” dan OST Untuk Rena. Lalu kemudian saja jarang mendengar lagi kiprah mereka di musik Indonesia. Tampil di TV pun hampir tidak pernah.

Setelah berseluncur di Youtube, tak dinyana ternyata mereka cukup populer di luar negeri terutama Korea. Musik mereka sudah dipasarkan di Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea, bahkan Swedia, Italia. Dari sekian negara, Mocca paling terkenal di Korea bahkan mengalahkan ketenaran mereka di negara sendiri. Lagu-lagu mereka banyak digunakan untuk jingle iklan, soundtrack drama serial, film, dan berbagai variety show terkenal di sana.

Ini salah satu iklan yang memakai lagu mereka, katanya masih ada sekitar 6 atau lebih iklan lainnya.

Mocca juga pernah tampil di acara radio & TV nasional Korea, katanya juga pernah jadi bintang tamu di acara talkshow paling terkenal di sana. Mereka juga beberapa kali diundang untuk konser di sana. Tapi tak seperti konser musisi Indonesia lainnya diluar negeri, konser Mocca dihadiri masyarakat lokal sana dengan cukup antusias, bukan TKI. Bahkan katanya di Korea,  mereka sudah punya fanbase sendiri.

penampilan Mocca di TV Korea

 

Lagu Mocca “Happy” dinyanyiin sama anak-anak SD (apa TK yaa..?) Korea

Lagu-lagu Mocca yang hampir seluruhnya berbahasa Inggris tentu sangat memudahkan mereka untuk go Internasional plus karakter musik yang unik dan suara cheery Arina (vokalis) yang sangat nyaman didengar.

Mereka juga pernah berkolaborasi dengan band Club 8 (Swedia) dan Peppertones (Korea). Tapi ada kabar sedih terbaru dari Mocca. Mereka dikabarkan akan hiatus dalam waktu yang cukup lama, karena si Arina mau nikah sama cowoknya yang bule Amerika, dan bakal menetap di sana. Sayang saya udah telat taunya band ini begitu populer di luar sana 😥

Website resmi Mocca : http://mymocca.com/

Coba lihat salah dua perform mereka di Korea di channel TheTarabudi dan Furansizuka (Youtube), aseeeeeeeekk..

Gini nih.. baru bisa dibilang band keren, diam-diam menghanyutkan. Nggak kaya artis yang dari jaman kapan sudah koar-koar mau go Internasional tapi gak jadi-jadi.

Sayang, band-band berkulitas seperti Mocca, White Shoes & The Couple Company, The S.I.G.I.T, dll yang punya musikalitas dan idealisme tinggi seperti ini tak dihargai di negara sendiri. Yang diangkat cuma band-band mewek tapi gaya rockstar yang tiap pagi nyanyi lipsync di tipi-tipi. Shame on us 😥

Fake Plastic Trees

Inilah lagu favorit saya dari Radiohead. Band keren dari Inggris sono.

A green plastic watering can
For a fake chinese rubber plant
In the fake plastic earth

That she bought from a rubber man
In a town full of rubber plans
To get rid of itself

It wears her out, it wears her out
It wears her out, it wears her out

She lives with a broken man
A cracked polystyrene man
Who just crumbles and burns

He used to do surgery
On girls in the eighties
But gravity always wins

And it wears him out, it wears him out
It wears him out, it wears him out

She looks like the real thing
She tastes like the real thing
My fake plastic love

But I can’t help the feeling
I could blow through the ceiling
If I just turn and run

And it wears me out, it wears me out
It wears me out, it wears me out

And if I could be who you wanted
If I could be who you wanted
All the time, all the time

Radiohead emang jagonya lah bikin lagu yang mellow depresif, menyayat-nyayat hati 😥 . Liriknya dalam, musiknya ajiib. Apalagi pas live, pembawaan si Thom Yorke (vokalis Radiohead) menghayati banget.

Katanya waktu rekaman, si Thom sempat nangis abis ngetake lagu ini, wow… 😮

satu-satunya poster musisi di kamar saya 😀

Tadi malam waktu karaokean bareng, saya nyoba-nyoba bawain ini lagu. Ehem..asli susah amat ini lagu, plus suara saya yang nggak beda jauh sama engsel pintu yang udah gak diminyakin bertahun-tahun sehingga dengan sukses dan meyakinkan berhasil menyayat-nyayat selaput gendang temen2 yang lain 😈

Akhir minggu ini Adhitia Sofyan bakal manggung di kampus, lumayan murah sih tiketnya 5 ribu aja. Trus, saya iseng-iseng request sama dia di twit-nya buat bawain ini lagu. Nggak tau deh, bakal dikabulin apa nggak. Lagian saya juga belum tentu datang ke gig-nya itu heheu.. 😛

PS: lagu ini sangat cocok saat hati sedang galau :mrgreen: