Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

PENTING UNTUK DIBACA!

Mysterious Thing • Conspiracy • Controversy • UFO & Alien • Archeology • Science • Universe • • • • • • • • • • • •

kutitipkan bangsa negara kepadamu papua indonesia header

Bongkar Konspirasi Hebat:
Antara John F. Kennedy, Sukarno, Suharto dan Freeport

Bung Karno / Sukarno / Soekarno

Pada sekitar tahun 1961, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak  dan tambang-tambang asing di Indonesia. Minimal sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing harus menjadi jatah rakyat Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka, gerah dengan peraturan itu. Akibatnya, skenario jahat para elite dunia akhirnya mulai direncanakan terhadap kekayaan alam negeri tercinta, Indonesia.

suharto sukarno freeport banner

Pada akhir tahun 1996 lalu, sebuah artikel yang ditulis oleh seorang penulis Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport“.

Illuminati Card Game Agenda - Rewriting History Illuminati Card Game Agenda – Rewriting History

Walau dominasi Freeport atas “gunung emas” di Papua telah dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini ternyata sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Pada kesempatan ini, kami akan menguak sedikit dari banyaknya tandatanya-tandatanya besar yang masih tersimpan…

View original post 4,204 more words

Goodbye Jogja

Thank you for all these 9 years. Shame I couldn’t make my exit in a proper way. Damn I couldn’t pack all the stuff that i supposed bring along. Damn my phone was error only a few hours after I departed. And damn for all other things that also make this unpleasant farewell feel more unpleasant.

Goodbye to a not really lovable city but surely a lovely society you have there, Jogja. Sorry for not appreciate enough & not showing much gratitude during my stay.

So long!

Menolak Lupa

Mereka berebut kuasa, mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat. Tapi kemudian bersembunyi di balik ketek kekuasaan. Apakah kita biarkan orang-orang pengecut itu tetap gagah? Saya kira tidak. Mereka gagal untuk gagah, mereka hanya ada di baju. Tapi dalam tubuh mereka adalah sesuatu kehinaan, sesuatu yang tidak bertanggung jawab yang mereka akan bayar sampai titik manapun!

MUNIR SAID THALIB

Meski peringatan kematian Munir sudah berlalu 7 September yang lalu. Tapi semangat MENOLAK LUPA tidak mengenal tanggal, apalagi kasus kematian Munir ini masih belum selesai atau tepatnya dipaksa selesai, kasus dikunci di awang-awang.

7 September 2004, Munir diracun dan meninggal di atas pesawat saat dalam penerbangan menuju Belanda. Hanya kacut paling bawah dari pembunuhan berencana ini a.k.a Pollycarpus Budihari Priyantoyang dijerat hukum. Otak-otak utamanya masih sibuk ongkang-ongkang kaki di luar sana, santai menikmati pensiunan atau masih sibuk bersliweran dengan politik kotor mereka. Siapapun orang-orang itu pantas untuk dikirim sebagai sajian untuk disantap suku kanibal di Papua Nugini sana.

Semangat untuk menolak lupa & selalu meremajakan pikiran akan kasus perampasan HAM  atas seorang pejuang HAM yang tidak diselesaikan dengan keadilan hukum ini harus selalu dijaga, dan janganlah hanya jatuh pada simpati hampa tahunan dengan sebaris twit seperti “Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus” saja.

Hhhh…

Jika bisa diukur, hidup saya ini tidak kurang dari 50% isinya adalah kebohongan. Sisanya mungkin kemalasan. And for the rest of my life akan terbawa terus dan bergantung pada hal menyedihkan tersebut.

Untuk bisa disebut sebagai manusia yang punya otak lagi, kemalasan ini perlahan-lahan harus dihilangkan. Harusnya tidak perlahan-lahan tapi langsung secara total karena tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha, tapi apa yang bisa diharapakan dari seorang pengidap malas akut ini? Bisa menguranginya secara perlahan saja sudah jadi prestasi yang bagus.

Untuk kebohongan, well akan jadi kompleks. Demi kelangsungan hidup normal di mata sosio-kemasyarakatan, mau tak mau hal ini akan tetap melekat. Karena saya butuh walau tak mau. Demi mencari penghidupan, gengsi serta untuk menjaga pikiran agar tetap waras, walaupun pasti batin bakal tersisksa.

Hidup Susah Mati Tak Mau

Sudah hampir satu bulan momen buruk yang merubah peta hidup saya itu berlalu. Hidup susah matipun  tak mau, kata orang. Tak ada alasan logis untuk mendramatisir keadaan ini jauh lebih buruk, depresi ataupun melukai jasmani. Saya sudah cukup tidak tau diuntung. Tidak ada hak untuk berlarut-larut memupuk kegalauan, hanya akan menambah penderitan orang tua saja.

Sebagaimana lazimnya orang gagal, yang dicoba adalah mencari alternatif jalan hidup yang lain. Sebelum Idul Fitri kemarin dapat kesempatan menemani Om, bantu-bantu berdagang. Kondisinya lumayan enak, jauh lebih enak daripada pedagang musiman lainnya di lokasi yang sama. Tidak susah, tetapi tidak juga saya menikmatinya, saya tidak punya jiwa dagang. Kadang saya meragukan diri sendiri, apa benar saya ini orang Minang? Tidak bisa dagang, tidak jago masak, tidak suka maota, tidak bisa main koa, dll. Hampir semua spesialisasi orang Minang tidak saya kuasai.

Sekarang di rumah mencoba menyusun lagi peta hidup yang berantakan, mereka-reka apa yang akan dilanjutkan selanjutnya. Akankah nanti membuahkan hasil atau tidak, saya tidak tahu.

Lies

I know Mbak Yu, i regret it 😦