Laika (2007)

Sudah cukup lama saya baca buku ini sebenarnya, tapi baru sekarang sempat menulis ulasannya. Ini pertama kalinya saya menamatkan sebuah graphic novel. Sebelumnya sudah sering menyentuh jenis buku ini, tapi kebanyakan cuma dibaca sepintas lalu saja. Novel grafik ini berjudul Laika. Sebuah cerita ringan dengan setting pada keadaan yang cukup susah. Bercerita tentang anjing yang dijadikan sebagai awak percobaan pesawat ke luar angkasa. Karya Nick Abadzis berporos pada seekor anjing bernama Laika & Yelena, seorang pegawai perempuan di tempat pelatihan anjing-anjing yang akan digunakan untuk proyek luar angkasa Uni Soviet pada masa perang dingin. Seperti yang kita ketahui pada saat itu Amerika & Soviet juga gila-gilaan berlomba perihal masalah antariksa. Pada periode tersebut banyak lahir momen historis seperti Yuri Gagarin dari Soviet menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada tahun 1961. Lalu kemudian Amerika mengirim Neil Amstrong menjadi manusia pertama yang berjalan di bulan, belakangan banyak muncul teori konspirasinya bahwa footage perjalanan dia di bulan cuma rekayasa yang dibuat di daerah gurun Nevada 😕 :?:.

Laika merupakan perpaduan fiksi & kejadian asli circa 1957 dalam proyek luar angkasa Sputnik II. Laika adalah makhluk hidup pertama yang dicoba untuk diterbangkan ke luar angkasa. Dari segi cerita, cukup menarik karena diangkat dari kisah yang tersembunyi dari momen bersejarah Uni Soviet itu. Point Of View cerita berganti-ganti dari awal sampai akhir bukuDi sini yang saya sukai sehingga kita tahu gambaran keadaan yang cukup beragam. Proyek Sputnik II ini banyak nuansa politiknya. Desakan kerja dengan tempo yang sempit oleh Nikita Khruschev kepada tim pekerja agar proyek ini diselesaikan demi propaganda ke dalam (peluncuran dilakukan menyambut perayaan ulang tahun Revolusi Bolshevik) dan ke luar (persaingan dengan Amerika) terasa sangat pas. Membuat rakyat nasionalis Amerika jadi keder saat itu. Saya pun berpikir-pikir tidak heran jika kemudian teori konspirasi mempertanyakan  keaslian misi Neil Amstrong ke bulan itu bermunculan. Karena kondisinya pada saat itu para petinggi Amerika memang dalam keadaan panik pasca misi Laika ini, apalagi setelah keberhasilan Yuri Gagarin. Dalam keadaan “terdesak” seperti itu apapun bisa dilakukan demi propaganda menyelamatkan muka.

Walaupun diceritakan dari beragam sudut pandang, pusat cerita tetap masih dipegang Laika & Yelena. Di sini yang saya kadang merasa sedih kurang sreg, yaitu bagian point of view si anjing. Perihal bagaimana penulis menceritakan perasaan hati dari Laika, memberi kesan seperti tipikal cerita dongeng. Mungkin memang karena saya sendiri bukan penggemar cerita yang terlalu imajinatif, walaupun di buku ini tidak terlalu berlebihan sih tapi ya tetap saja ;).

Gaya ilustrasinya cukup simpel dan tidak terlalu mendetil, tidak seperti manga-manga Jepang. Gambar-gambarnya juga tidak “indah”. Tapi hebatnya saya merasa itu bukan satu kekurangan. Dengan ilustrasi sesederhana itu saya dapat menangkap deskripsinya dengan baik. Penggambaran yang paling memorable salah satunya ada di halaman-halaman awal. Gambar seorang lelaki yang berjalan di tengah salju yang lebat, suhu yang menusuk dengan kondisi letih & kelaparan. Ilustrasi yang merangsang untuk membaca buku ini lebih lanjut.

Membaca cerita bergambar memang menyenangkan. Kita cukup terbantu dengan visualisasi yang disediakan. Saya sendiri juga lumayan suka komik, walaupun kebanyakan sering kandas di tengah jalan, karena umumnya komik punya banyak seri & panjang. Lihat saja One Piece, sampai sekarang masih eksis. Saya jadi tergopoh-gopoh mengikutinya, sehingga sekarang  sudah ketinggalan jauh sekali. Maklum bukan pecinta komik garis keras :mrgreen:. Kalau dulu waktu jaman sekolah masih enak, pulang sekolah bisa mampir ke taman bacaan yang menyewakan baca komik di tempat atau bisa dibawa pulang juga. Tapi sekarang sudah susah.

My rating: ★★★☆☆